Nama : Siti
‘Aisyah. Is
Prodi/Kelas : PG. PAUD/ 1.1
Makul : Bahasa Inggris
Mengembangkan Bahasa Inggris Pada
Anak Usia Dini Lewat Media Nyata
Definisi anak usia dini adalah anak
yang berada pada rentan usia 0-6 tahun, dan ada pula sebagian pendapat yang
mengatakan anak usia dini mulai dari 0-8 tahun. Disini anak usia dini juga
dapat dikatakan sebagai kelompok anak yang berada dalam masa dimana pertumbuhan
dan perkembangan anak memiliki berbagai
macam sifat dan bentuk. Masa ini merupakan masa emas (golden age) pada anak ,
karena anak mengalami perkembangan yang
sangat pesat dan tidak akan ditemukan lagi di masa mendatang.
Anak usia dini memang mempunyai
karakter dan sifat yang berbeda-beda, maka dari itulah orang tua ataupun
seorang pendidik harus memahami hal tersebut. Karena anak usia dini masih
sangat membutuhkan bimbingan khusus yang akan membentuk dasar dari karakter
yang akan menentukan bagaimana anak tersebut di masa yang akan datang. Banyak
sekali hal yang dapat kita ajarkan pada anak usia dini, diantaranya ada
beberapa aspek yang sangat mendukung perkembangan anak usia dini yaitu sebagai
berikut:
Kognitif
Fisik/Motorik
Sosial
Emosional
Bahasa
Nilai Agama dan
Moral
Seni
Dari aspek tersebut salah satunya
yang dapat kita bahas yaitu tentang perkembangan bahasa pada anak usia dini.
Kemampuan bahasa setiap anak itu juga berbeda-beda, perkembangan bahasa pada
anak terjadi karena aktivitas mendengar, melihat, dan menirukan apa yang ada di
sekitarnya. Lewat media bahasa ini anak juga dapat belajar tentang sesuatu yang dapat mengembangkan
kemampuan intelektual pada anak. Selain
itu, fungsi utama yang paling penting dari bahasa iyalah sebagai alat
komunikasi yang digunakan anak dalam kebutuhan perkembangnnya dan interaksi
sosial dengan lingkungannya. Orang tua,
ataupun seorang pendidik juga ikut berperan aktif dalam perkembangan bahasa
pada anak. Tahapan bahasa pada anak ada 2 yaitu, yang pertama melalui proses
kompetensi (bahasa yang terjadi tanpa disadari), dan yang kedua proser
performasi (berbahasa dengan melahirkan kalimat-kalimat sendiri).
Setelah anak dapat mengucapkan kata
demi kata maka disitulah cara dan pola berbahasa pada anak akan mulai
dibentuk dan dapat dirangkai menjadi
sebuah kalimat. Orang tua terlebih dahulu akan mengajarkan anak berbahasa sesuai dengan bahasa pada lingkungan tempat
tinggalnya. Begitu juga ketika anak sudah berada di lingkungan sekolah ataupun
lingkungan kelompok bermainnya, anak juga akan diajarkan bagaimana caranya
berbahasa dengan baik dan benar.
Seiring perkembangan zaman yang kita
lalui ini, bukan hanya bahasa Indonesia saja sebagai bahasa Nasional yang harus
bisa kita ucapkan dan kita pahami. Namun, bahasa Inggris sebagai bahasa
Internasional yang termasuk dalam kategori bahasa yang perlu juga kita pelajari
dan kita pahami agar nantinya kita tidak kesulitan untuk berinteraksi dengan
orang asing.
Maka untuk lebih efektif lagi,
pengenalan bahasa Inggris seharusnya dapat dilakukan sejak dini kepada anak.
Karena, bahasa Inggris juga mempunyai peran penting bagi anak agar anak lebih
berkembang dan lebih maju lagi. Pada anak usia dini penerapan bahasa Inggris
dapat dialakukan lewat berbagai macam cara ataupun media-media yang gampang
dipahami dan dimengerti oleh anak. Sebagai seorang calon pendidik ataupun
pendidik, kita harus memiliki keterampilan serta kreativitas yang tinggi untuk
mengenalkan dan mengajarkan bahasa inggris kepada peserta didik khususnya pada
anak usia dini.
Karena, menurut para ahli
perkembangan anak pada umumnya anak usia dini masih belajar dan berfikir secara
konkrit. Maka seorang pendidik atau pun calon pendidik harus dapat menemukan
cara agar anak menyenangi dan menyukai pelajaran apapun terutama mengenai
bahasa Inggris.Dan salah satu cara untuk memperkenalkan dan mengajarkan anak
supaya pandai berbahasa Inggris yaitu bisa kita terapkan melalui suatu media
yang berbentuk nyata. Mungkin saja media itu bisa berupa gambar, benda, atau
bisa juga lewat media makanan. Media makanan dapat kita ambil sebagai salah
satu contoh untuk menerapkan pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini.
Seorang pendidik atau pun calon
pendidik dapat menayangkan dan menyajikan secara langsung beberapa jenis makanan yang diketahui oleh
anak, lalu kemudian anak akan
menyebutkan nama makanan tersebut dan setelah itu barulah kita terjemahkan nama
makanannya kedalam bahasa Inggris. Misalnya nasi goreng, anak akan terlebih
dahulu menyebutkan bahwa makanan itu namanya nasi goreng, lalu kemudian
pendidik akan menterjemahkan nama makanan tersebut kedalam bahasa Inggris.
Setelah itu barulah anak akan mengulangi kembali apa yang telah diucapkan oleh
pendidik tadi.
Begitupun seterusnya pada makanan
lain yang ditayangkan langsung pada anak tersebut. Jadi, melalui contoh media
makanan ini anak juga dapat mengenali bagaimana bahasa Inggris itu dan seperti
apa cara mengucapkannya. Sampai nantinya anak mulai belajar bukan hanya dari
kata-kata saja melainkan anak sudah mulai belajar mengucapkan satu persatu
dengan sebuah kalimat. Semakin banyak media yang diterapkan untuk mengajarkan anak dalam bahasa Inggris, maka semakin cepat pula
kemungkinan anak untuk pandai berbahasa Inggris.