Kamis, 06 Desember 2018

Mengembangkan bahasa Inggris pada anak usia dini lewat media nyata


Nama            : Siti ‘Aisyah. Is        

Prodi/Kelas   : PG. PAUD/ 1.1

Makul            : Bahasa Inggris



Mengembangkan Bahasa Inggris Pada Anak Usia Dini Lewat Media Nyata

Definisi anak usia dini adalah anak yang berada pada rentan usia 0-6 tahun, dan ada pula sebagian pendapat yang mengatakan anak usia dini mulai dari 0-8 tahun. Disini anak usia dini juga dapat dikatakan sebagai kelompok anak yang berada dalam masa dimana pertumbuhan dan perkembangan  anak memiliki berbagai macam sifat dan bentuk. Masa ini merupakan masa emas (golden age) pada anak , karena anak mengalami  perkembangan yang sangat pesat dan tidak akan ditemukan lagi di masa mendatang.

Anak usia dini memang mempunyai karakter dan sifat yang berbeda-beda, maka dari itulah orang tua ataupun seorang pendidik harus memahami hal tersebut. Karena anak usia dini masih sangat membutuhkan bimbingan khusus yang akan membentuk dasar dari karakter yang akan menentukan bagaimana anak tersebut di masa yang akan datang. Banyak sekali hal yang dapat kita ajarkan pada anak usia dini, diantaranya ada beberapa aspek yang sangat mendukung perkembangan anak usia dini yaitu sebagai berikut:

  • Kognitif
  • Fisik/Motorik
  • Sosial Emosional
  • Bahasa
  • Nilai Agama dan Moral
  • Seni

Dari aspek tersebut salah satunya yang dapat kita bahas yaitu tentang perkembangan bahasa pada anak usia dini. Kemampuan bahasa setiap anak itu juga berbeda-beda, perkembangan bahasa pada anak terjadi karena aktivitas mendengar, melihat, dan menirukan apa yang ada di sekitarnya. Lewat media bahasa ini anak juga dapat belajar  tentang sesuatu yang dapat mengembangkan kemampuan intelektual  pada anak. Selain itu, fungsi utama yang paling penting dari bahasa iyalah sebagai alat komunikasi yang digunakan anak dalam kebutuhan perkembangnnya dan interaksi sosial dengan lingkungannya.  Orang tua, ataupun seorang pendidik juga ikut berperan aktif dalam perkembangan bahasa pada anak. Tahapan bahasa pada anak ada 2 yaitu, yang pertama melalui proses kompetensi (bahasa yang terjadi tanpa disadari), dan yang kedua proser performasi (berbahasa dengan melahirkan kalimat-kalimat sendiri).

Setelah anak dapat mengucapkan kata demi kata maka disitulah cara dan pola berbahasa pada anak akan mulai dibentuk  dan dapat dirangkai menjadi sebuah kalimat. Orang tua terlebih dahulu akan mengajarkan anak berbahasa  sesuai dengan bahasa pada lingkungan tempat tinggalnya. Begitu juga ketika anak sudah berada di lingkungan sekolah ataupun lingkungan kelompok bermainnya, anak juga akan diajarkan bagaimana caranya berbahasa dengan baik dan benar.

Seiring perkembangan zaman yang kita lalui ini, bukan hanya bahasa Indonesia saja sebagai bahasa Nasional yang harus bisa kita ucapkan dan kita pahami. Namun, bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional yang termasuk dalam kategori bahasa yang perlu juga kita pelajari dan kita pahami agar nantinya kita tidak kesulitan untuk berinteraksi dengan orang asing.

Maka untuk lebih efektif lagi, pengenalan bahasa Inggris seharusnya dapat dilakukan sejak dini kepada anak. Karena, bahasa Inggris juga mempunyai peran penting bagi anak agar anak lebih berkembang dan lebih maju lagi. Pada anak usia dini penerapan bahasa Inggris dapat dialakukan lewat berbagai macam cara ataupun media-media yang gampang dipahami dan dimengerti oleh anak. Sebagai seorang calon pendidik ataupun pendidik, kita harus memiliki keterampilan serta kreativitas yang tinggi untuk mengenalkan dan mengajarkan bahasa inggris kepada peserta didik khususnya pada anak usia dini.

Karena, menurut para ahli perkembangan anak pada umumnya anak usia dini masih belajar dan berfikir secara konkrit. Maka seorang pendidik atau pun calon pendidik harus dapat menemukan cara agar anak menyenangi dan menyukai pelajaran apapun terutama mengenai bahasa Inggris.Dan salah satu cara untuk memperkenalkan dan mengajarkan anak supaya pandai berbahasa Inggris yaitu bisa kita terapkan melalui suatu media yang berbentuk nyata. Mungkin saja media itu bisa berupa gambar, benda, atau bisa juga lewat media makanan. Media makanan dapat kita ambil sebagai salah satu contoh untuk menerapkan pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini.

Seorang pendidik atau pun calon pendidik  dapat  menayangkan dan menyajikan secara langsung  beberapa jenis makanan yang diketahui oleh anak, lalu kemudian  anak akan menyebutkan nama makanan tersebut dan setelah itu barulah kita terjemahkan nama makanannya kedalam bahasa Inggris. Misalnya nasi goreng, anak akan terlebih dahulu menyebutkan bahwa makanan itu namanya nasi goreng, lalu kemudian pendidik akan menterjemahkan nama makanan tersebut kedalam bahasa Inggris. Setelah itu barulah anak akan mengulangi kembali apa yang telah diucapkan oleh pendidik tadi.

Begitupun seterusnya pada makanan lain yang ditayangkan langsung pada anak tersebut. Jadi, melalui contoh media makanan ini anak juga dapat mengenali bagaimana bahasa Inggris itu dan seperti apa cara mengucapkannya. Sampai nantinya anak mulai belajar bukan hanya dari kata-kata saja melainkan anak sudah mulai belajar mengucapkan satu persatu dengan sebuah kalimat. Semakin banyak media yang  diterapkan untuk mengajarkan anak  dalam bahasa Inggris, maka semakin cepat pula kemungkinan anak untuk pandai berbahasa Inggris.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar